Perkembangan bisnis kuliner beberapa tahun terakhir ini sangat spectakuler. Hal ini terbukti dengan pertumbuhan UKM di Indonesia yang didominasi oleh industri makanan dan minuman. Bahkan industri makanan dan minuman (Bisnis Kuliner) ini mengalami perkembangan yang signifikan di tahun 2009, dimana pertumbuhannya mencapai 11,22 %.
Bisnis kuliner memang menyedot perhatian banyak orang. Tidak hanya para konsumen saja yang ingin berlomba-lomba menikmati aneka hidangan lezat yang ditawarkan para pedagang, pelaku usaha makanan pun kini saling bersaing untuk memasarkan produknya.
Memulai bisnis di bidang kuliner memang mudah, tapi yang harus diperhatikan adalah gulung tikarnya juga tidak kalah mudah, alias cepat juga yang bangkrut setelah membuka usaha. Karena itulah, para pemula yang terjun di bisnis kuliner dituntut untuk lebih jeli dalam memanfaatkan peluang yang ada. Disamping itu, harus berani berinovasi untuk menghasilkan karya yang berbeda, sehingga produknya mampu bersaing di pasaran. Hal ini penting karena setiap harinya tingkat persaingan bisnis di bidang tersebut menunjukan peningkatan yang semakin pesat. Jadi, bila Anda tidak menciptakan sesuatu yang hebat, kemungkinan besar bisnis Anda yang akan terancam gulung tikar alias tamat.
Salah satu pelaku bisnis kuliner yang telah sukses berinovasi dalam produknya adalah bapak Iwan Donat Bakar. Pemilik sekaligus pendiri waralaba dengan brand Donat Bakar ini telah memiliki lebih dari 30 mitra yang tersebar di lebih dari 20 kota di Indonesia.
Nah, akankah kita mampu mengikuti jejak langkah bapak Iwan dan orang-orang yang telah sukses berbisnis kuliner lainnya? Bagaimana tips agar sukses dalam bisnis kuliner?
Pertama, Buatlah produk yang berkualitas dan inovatif. Produk makanan yang berkualitas dan inovatif menjadi modal utama bagi Anda untuk memenangkan persaingan bisnis. Kualitas makanan disini meliputi dua hal, yaitu cita rasa makanan dan faktor kesehatan. Makanan yang enak dan baik bagi kesehatan tentu akan lebih disukai dan dicari pelanggan.
Kedua, Lokasi Usaha Strategis. Tak bisa dipungkiri bahwa lokasi usaha yang strategis mempermudah para pengusaha untuk menjaring banyak konsumen. Meskipun begitu, Anda tidak perlu terlalu memaksakan diri untuk mencari tempat usaha yang dekat dengan jalan raya atau di sebuah mall besar. Sebab, yang dimaksud strategis tidak selamanya harus dekat dengan pusat keramaian. Yang terpenting adalah cari tempat yang memiliki kesesuaian antara makanan yang Anda tawarkan dengan target pasar yang Anda bidik. Misalnya Anda menawarkan donat bakar, maka Anda bisa memilih lokasi usaha yang cukup strategis yaitu di sekitar sekolah ataupun kampus.
Ketiga, Membentuk persepsi konsumen. Strategi ini dapat membantu Anda untuk mengenalkan produk dan menanamkan citra merek atau ciri khas tertentu di hati para konsumen. Jadi, berusahalah memberikan pelayanan terbaik bagi para konsumen, ciptakan inovasi baru dalam mengemas produk makanan, serta sajikan menu baru yang belum pernah ada sebelumnya.
Keempat, Promosikan bisnis Anda. Jangan ragu untuk mempromosikan bisnis kuliner yang Anda jalankan. Faktor ini sering diabaikan para pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya, sehingga tidak heran bila banyak bisnis restoran atau rumah makan yang akhirnya bangkrut dan tutup karena gagal dalam hal pemasaran. Karenanya, mulailah aktif mempromosikan bisnis Anda ke area publik, baik secara offline maupun online.
Kelima, Lengkapilah bisnis Anda dengan standard operational procedur (SOP). Jika bisnis kuliner yang Anda jalankan sudah berkembang besar, maka tidak ada salahnya bila Anda melengkapinya dengan SOP yang baku. Hal ini penting sebelum akhirnya Anda membuka cabang baru atau menawarkan bisnis makanan tersebut sebagai peluang investasi waralaba. Dengan SOP yang jelas, maka bisnis makanan yang dijalankan bisa semakin terarah dan memiliki kualitas pelayanan yang terjaga.
Demikianlah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan jika ingin menggeluti bisnis kuliner. Semoga bermanfaat.
Kategori: Tip Bisnis | Tags: Tips Bisnis Donat,Tips Bisnis Donat Bakar,Tips Bisnis Kuliner
Anda dapat mengikuti setiap komentar yang ada pada entri ini lewat RSS 2.0.
